fyyy.org – Kasus pemerasan yang melibatkan oknum polisi di konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 telah menjadi sorotan publik. Tiga perwira menengah dari Satuan Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terlibat dalam kasus ini. Mereka adalah AKBP Bariu Bawana, AKBP Wahyu Hidayat, dan AKBP Malvino Edward Yusticia. Artikel ini akan membahas peran mereka dalam kasus pemerasan tersebut.
Kasus pemerasan ini terungkap setelah sejumlah penonton asal Malaysia mengungkapkan pengalaman mereka di media sosial. Mereka mengaku ditangkap secara sewenang-wenang oleh polisi yang melakukan razia narkoba di lokasi konser. Para penonton ini dipaksa membayar sejumlah uang untuk menghindari penahanan, meskipun hasil tes urine mereka negatif.
AKBP Bariu Bawana menjabat sebagai Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Ia terlibat dalam operasi razia narkoba selama acara DWP 2024. Bariu dan timnya melakukan pemeriksaan urine terhadap penonton dan meminta uang sebagai imbalan untuk menghindari penahanan. Bariu dikenal karena keberhasilannya dalam menggagalkan peredaran narkoba sebelum kasus ini terungkap.
AKBP Wahyu Hidayat, yang menjabat sebagai Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, juga terlibat dalam operasi razia narkoba selama DWP 2024. Ia dan timnya melakukan pemeriksaan urine terhadap penonton dan meminta uang sebagai imbalan untuk menghindari penahanan. Wahyu dikenal karena keterlibatannya dalam berbagai operasi narkoba sebelum kasus ini terungkap.
AKBP Malvino Edward Yusticia menjabat sebagai Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Ia terlibat dalam operasi razia narkoba selama acara DWP 2024. Malvino dan timnya melakukan pemeriksaan urine terhadap penonton dan meminta uang sebagai imbalan untuk menghindari penahanan. Malvino dikenal karena keterlibatannya dalam berbagai operasi narkoba sebelum kasus ini terungkap.
Kasus ini menimbulkan reaksi keras dari publik dan pemerintah. Sebanyak 18 oknum polisi, termasuk tiga perwira menengah ini, diadili dalam sidang etik. Dua dari mereka, yaitu Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Donald Parlaungan Simanjuntak dan Panit 1 Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Yudhy Triananta Syaeful, mendapat sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Selain itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto melakukan mutasi terhadap 34 anggotanya, termasuk tiga perwira menengah ini, ke Yanma Polda Metro Jaya dalam rangka pemeriksaan37.
Kasus pemerasan yang melibatkan tiga perwira menengah di konser DWP 2024 menunjukkan adanya penyalahgunaan wewenang oleh situs slot mahjong oknum polisi. Peran AKBP Bariu Bawana, AKBP Wahyu Hidayat, dan AKBP Malvino Edward Yusticia dalam operasi razia narkoba yang disalahgunakan untuk memeras penonton telah merusak citra kepolisian dan negara Indonesia di mata internasional. Tindakan hukum yang tegas terhadap mereka diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan dan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.